SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong percepatan pengembangan Bandara H Asan Sampit seiring meningkatnya frekuensi penerbangan dan pertumbuhan investasi di wilayah ini.

“Kita terus berupaya agar gedung PKP-PK dipindahkan, dan pengembangan bandara segera terealisasi. Ke depan, kita harap maskapai lain juga bisa mendarat di sini, mengingat pertumbuhan penduduk dan masuknya investasi yang makin pesat,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Kamis, 22 Mei 2025.

Ia mengatakan, meskipun saat ini Bandara H Asan baru dilayani oleh satu maskapai, jadwal penerbangan dari Sampit ke Jakarta, Surabaya, dan Semarang sudah tersedia secara rutin. Hal ini menjadi bukti bahwa kebutuhan transportasi udara di Kotim semakin tinggi.

Adapun, jadwal penerbangan di Bandara H Asan Sampit saat ini yaitu rute Sampit–Jakarta PP setiap hari, Sampit–Surabaya PP setiap hari, serta Sampit–Semarang PP setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Dalam rangka mempercepat pengembangan, pada 16 Mei 2025, Halikinnor telah melakukan kunjungan langsung ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, didampingi sejumlah pejabat daerah.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi bersama Komisi V DPR RI dan pemerintah daerah se-Kalimantan Tengah pada 14 April 2025, yang menetapkan Bandara H Asan sebagai salah satu infrastruktur prioritas.

Dalam pertemuan tersebut, dirinya menyampaikan kesiapan lahan untuk perpanjangan runway dan pembangunan fasilitas PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran).

Selain itu, Pemkab juga mengusulkan agar bandara bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Airbus, dengan estimasi anggaran pengembangan sekitar Rp190 miliar. Proposal tersebut juga telah disampaikannya ke Komisi V DPR RI.

Kementerian Perhubungan sendiri mengapresiasi langkah Pemkab Kotim, namun menyebut bahwa anggaran pengembangan yang semula direncanakan Rp60 miliar dalam RKA 2025 harus tertunda akibat kebijakan efisiensi nasional.

Meski demikian, Halikinnor tetap optimis dan berharap program pengembangan Bandara H Asan bisa masuk prioritas nasional tahun depan, mengingat potensi besar wilayah Kotim sebagai pintu gerbang ekonomi di Kalimantan Tengah.

Pihaknya kini tengah berupaya menuntaskan pembebasan lahan 1,8 hektare untuk pemindahan gedung PKP-PK yang ditargetkan rampung Juni 2025. (DEWI PATMALASARI/H)