PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa beberapa catatan peristiwa memberikan pengaruh kepada harga beberapa komoditas dan inflasi maupun deflasi signifikan pada Mei 2025.

Salah satu yang mencolok adalah penurunan harga cabai rawit di seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen atau IHK di Kalimantan Tengah.

"Penurunan ini terjadi akibat melimpahnya pasokan cabai saat musim panen, baik dari wilayah lokal maupun dari luar daerah seperti Jawa dan Banjarmasin," kata Agnes menyampaikan berita resmi statistik didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko pada Senin, 2 Juni 2025.

Sebaliknya, harga emas perhiasan mengalami kenaikan yang cukup tajam di awal bulan Mei.

"Kenaikan harga emas ini dipicu oleh pergerakan harga emas dunia yang menunjukkan tren meningkat," tutur Agnes lagi.

Fenomena ini membuat harga emas perhiasan di pasar lokal turut menyesuaikan.
Selain itu, harga tomat tercatat mengalami kenaikan di seluruh kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah. Menurut Agnes, penyebab utama kenaikan harga tomat adalah terbatasnya pasokan akibat sentra produksinya di Jawa yang masih dalam tahap penyemaian benih. Kondisi ini menyebabkan distribusi tomat ke wilayah Kalimantan Tengah terganggu, sehingga mendorong harga naik.

Sementara itu, tarif pulsa ponsel mengalami kenaikan kembali setelah sempat turun pada bulan April 2025. Komdigi sebelumnya memberikan kebijakan diskon tarif pulsa sebesar 50 persen dalam rangka Hari Raya Idul Fitri. Namun, memasuki bulan Mei, tarif pulsa kembali ke harga normal, menyebabkan adanya inflasi pada kategori jasa komunikasi.

"Perubahan harga ini sangat dipengaruhi oleh dinamika pasokan dan permintaan di pasar, serta faktor eksternal seperti kebijakan dan pergerakan harga global," jelas Agnes.

Ia juga mengingatkan bahwa konsumen perlu memahami pola perubahan harga ini agar dapat merencanakan pengeluaran dengan lebih bijak.

Dengan perubahan harga ini, BPS Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan ekonomi daerah serta dampaknya terhadap masyarakat. Data harga dan inflasi yang dirilis akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat. (TESTI PRISCILLA/H)