BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan harga berbagai komoditas di Provinsi Kalimantan Tengah pada Mei 2025 menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah di empat kabupaten/kota, terjadi inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,46 persen.
Indeks Harga Konsumen atau IHK meningkat dari 106,96 pada Mei 2024 menjadi 107,45 pada Mei 2025. Sementara itu, secara month-to-month atau m-to-m, daerah ini mengalami deflasi sebesar 0,53 persen, dan secara year-to-date atau y-to-d inflasi mencapai 0,46 persen.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.
"Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,26 persen. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 2,23 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,20 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,11 persen," kata Agnes pada Senin, 2 Juni 2025 dalam penyampaian berita resmi statistik didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko.
Meski beberapa kelompok mengalami inflasi, beberapa lainnya justru mengalami penurunan indeks harga. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat mengalami deflasi sebesar 0,73 persen, sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun sebesar 0,37 persen.
Adapun kelompok transportasi mengalami penurunan harga sebesar 1,37 persen, diikuti oleh kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan penurunan sebesar 0,15 persen.
Dalam daftar komoditas yang memberikan andil inflasi y-on-y, emas perhiasan mencatat sumbangan terbesar, diikuti oleh Sigaret Kretek Mesin atau SKM, ikan gabus, kopi bubuk, serta minyak goreng dan cabai rawit. Sementara itu, beberapa komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain daging ayam ras, angkutan udara, tomat, ikan nila, dan bawang merah.
Secara m-to-m, deflasi yang terjadi pada Mei 2025 dipengaruhi oleh penurunan harga beberapa komoditas utama seperti cabai rawit, ikan gabus, bawang merah, ikan nila, bayam, dan bensin. Namun, inflasi m-to-m masih terjadi pada beberapa komoditas, termasuk tomat, tarif pulsa ponsel, emas perhiasan, dan sewa rumah.
Agnes Widiastuti menegaskan bahwa meski terjadi deflasi secara bulanan, tren inflasi y-on-y tetap menunjukkan adanya kenaikan harga di beberapa sektor utama.
“Inflasi ini mencerminkan dinamika pasar dan berbagai faktor ekonomi yang mempengaruhi harga barang dan jasa di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Dengan adanya perubahan harga berbagai komoditas ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam merencanakan pengeluaran. Pemerintah daerah dan pihak terkait juga terus memantau perkembangan harga guna memastikan stabilitas ekonomi bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)









