PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat penurunan pada Indeks Harga yang Dibayar Petani atau Ib sebesar 0,07 persen pada Mei 2025 dibanding bulan sebelumnya. Ib turun dari 127,80 pada April menjadi 127,71 di Mei. Indeks ini mencerminkan fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat perdesaan, khususnya petani, serta komponen biaya produksi pertanian.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa penurunan Ib terjadi karena adanya penurunan harga di beberapa subsektor pertanian.

“Beberapa kelompok mengalami penurunan harga, yang berkontribusi pada menurunnya indeks ini,” ujar Agnes pada Kamis, 12 Juni 2025.

Subsektor Tanaman Pangan tercatat menyumbang penurunan terbesar pada Ib, yakni sebesar 0,10 persen. Penurunan ini dipicu oleh penurunan harga sejumlah kebutuhan rumah tangga petani maupun biaya produksi seperti pupuk dan benih. Hortikultura menyusul dengan penurunan 0,05 persen, yang utamanya berasal dari kelompok sayur-sayuran.

Sementara itu, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat juga menunjukkan penurunan Ib sebesar 0,09 persen. Agnes menggarisbawahi bahwa turunnya indeks pada subsektor ini menunjukkan pergeseran harga bahan dan jasa yang diperlukan petani dalam kegiatan produksi karet dan kelapa, komoditas utama di Kalimantan Tengah.

--page

Penurunan juga tercatat di subsektor Perikanan sebesar 0,04 persen. Meskipun angkanya kecil, tren ini tetap penting untuk dicermati karena menggambarkan dinamika harga kebutuhan pokok maupun peralatan produksi bagi nelayan dan pembudidaya ikan di wilayah perairan umum dan budidaya air tawar.

“Dengan memantau pergerakan Ib secara berkala, kita dapat memahami daya beli dan beban ekonomi yang dihadapi petani dan masyarakat perdesaan. Penurunan ini sekaligus menjadi refleksi adanya potensi perbaikan dari sisi pengeluaran rumah tangga petani,” tutup Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)