BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta meningkatkan kewaspadaan terhadap infeksi saluran pernapasan.
"Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun (CTPS) atau menggunakan hand sanitizer, serta menggunakan masker bagi masyarakat yang sakit atau jika berada di kerumunan," ujar Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, Kamis 31 Juli 2025.
Tidak hanya itu, Umar Kaderi juga menekankan pentingnya masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan faktor risiko. Hal ini penting untuk deteksi dan penanganan dini.
Dinkes Kotim juga memberikan arahan kepada seluruh tenaga kesehatan dan laboratorium. "Memastikan pelaksanaan deteksi dan respons kasus sesuai dengan ketentuan. Tetap menjaga kesehatan bagi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan," tegas Umar Kaderi.
Lebih lanjut, Umar Kaderi menjelaskan bahwa laboratorium kesehatan daerah dan laboratorium kesehatan lainnya di Kotim diminta untuk memantau perkembangan situasi dan informasi global terkait COVID-19 melalui kanal resmi pemerintah dan WHO.
Mereka juga harus memastikan kesiapan sumber daya, termasuk bahan habis pakai dan reagensia untuk pemeriksaan laboratorium RT-PCR COVID-19. Proses pengambilan dan pengiriman spesimen rujukan WGS COVID-19 juga harus diperhatikan.
"Menyiapkan penyediaan sumber daya terkait kapasitas dan bahan habis pakai reagensia terkait pemeriksaan laboratorium RT PCR COVID-19 yang dibutuhkan logistik pengambilan, dan pengiriman spesimen rujukan WGS COVID-19. Melaporkan hasil pemeriksaan spesimen ke dalam aplikasi All Record Tc-19. Aplikasi All Record Tc-19 dapat diakses melalui tautan https://allrecord-tc19.kemkes.go.id/," terangnya.
Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran penyakit menular, termasuk infeksi saluran pernapasan. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran dari pihak kesehatan. (DEVIANA/y)









