GUNUNG MAS –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadirkan program satu desa satu ambulans sebagai salah satu upaya peningkatan dan pemerataan layanan kesehatan di daerah setempat.

"Program ini menjadi salah satu bagian dari prioritas pembangunan kesehatan periode 2025-2030 dan masuk dalam lima bagian dari Program Tambun Bungai," kata Bupati Gumas Jaya Samaya Monong di Kuala Kurun, Sabtu.

Dia mengatakan program satu desa satu ambulans yang masuk dalam bagian Tambun Bungai Sehat ini dikolaborasikan dengan program penurunan angka prevalensi stunting serta revitalisasi dan peningkatan fasilitas kesehatan.

"Tambun Bungai Sehat adalah upaya Pemkab Gumas untuk membangun sumber daya manusia yang sehat secara jasmani dan rohani, dengan program, antara lain Universal Health Coverage (UHC) untuk layanan kesehatan, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi masyarakat," katanya.

Jaya mengatakan Program Tambun Bungai secara garis besar dibagi atas lima bagian, yakni Tambun Bungai Maju, Tambun Bungai Sehat, Tambun Bungai Cerdas, Tambun Bungai Mandiri, dan Tambun Bungai Bermartabat.

Ia menjelaskan Tambun Bungai Maju merupakan upaya Pemkab Gumas dalam membangun infrastruktur selama lima tahun ke depan, dengan program jalan kabupaten fungsional dan mantap, penyelesaian jembatan Sepang Simin - Sepang Kota di Kecamatan Sepang.

Lalu, penyediaan rumah layak huni, pemenuhan kebutuhan air bersih, seluruh desa di Gumas berlistrik, penyediaan jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah Gumas, dan peningkatan runway Bandar Udara di Kurun.

Tambun Bungai Cerdas masih dalam upaya Pemkab Gumas untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan intelektual unggul, dan mampu menguasai teknologi sesuai dengan perkembangan zaman.

Adapun program prioritas Tambun Bungai Cerdas, yakni PAUD, SD, dan SMP gratis, beasiswa bagi mereka yang tidak mampu, fasilitasi Makan Bergizi Gratis (MBG), fasilitasi Sekolah Rakyat (SR), peningkatan kompetensi guru, serta peningkatan kemampuan literasi dan numerasi.

Tambun Bungai Mandiri adalah upaya Pemkab Gumas dalam membangun dan menumbuhkan perekonomian daerah, dengan program prioritas, antara lain peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan percepatan pembangunan kebun sawit plasma masyarakat. Selanjutnya, optimalisasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), peningkatan produksi pangan, peternakan, perkebunan dan perikanan, serta pembinaan Koperasi Merah Putih di 127 desa/kelurahan.

Tambun Bungai Bermartabat merupakan upaya pemkab dalam membangun kepariwisataan, melestarikan budaya dan menegakkan harkat dan martabat masyarakat Gumas sebagai suku Dayak.

Adapun program prioritas Tambun Bungai Bermartabat, yakni Napak Tilas Perdamaian Tumbang Anoi sebagai agenda tetap dua tahunan, penguatan Kelembagaan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dan tata kelola Hutan Adat, serta peningkatan kapasitas damang dan mantir.

Lebih lanjut, Program Tambun Bungai selaras dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta Program Huma Betang Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.

Nama Tambun Bungai dipilih sebagai program unggulan, karena Gumas merupakan bumi tempat kelahiran kedua tokoh bersaudara tersebut, tepatnya di Tumbang Pajangei. Itu juga yang membuat peluncuran program dilakukan di desa setempat.

Tambun dan Bungai, sambungnya, melambangkan semangat, jiwa patriotisme, keberanian, pantang menyerah, serta kerja sama. Pemilihan Tambun Bungai sebagai nama program juga sekaligus sebagai pengingat dan promosi bahwa kedua tokoh tersebut berasal dari Gumas.

“Nilai-nilai positif yang ditinggalkan oleh kedua tokoh ini hendaknya mengilhami kita, membangun semangat kita sebagai generasi penerus, dalam mengupayakan kesejahteraan yang adil dan merata kepada seluruh masyarakat, dan kita wariskan kepada anak cucu kita ke depan,” kata Jaya.

ANTARA