SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, pada Sabtu, 2 Agustus 2025, menyikapi kondisi krisis air akibat musim kemarau.

Bantuan tersebut disalurkan menyusul surat permohonan dari Camat Mentaya Hilir Utara yang menyebut bahwa warga di desa tersebut kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Surat tersebut berdasarkan laporan Kepala Desa Bagendang Permai yang mencatat sebanyak 487 rumah tangga terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.

"Distribusi air bersih sudah kami laksanakan, dengan total sebanyak 12.000 liter air bersih untuk sekitar 60 sasaran di Desa Bagendang Permai," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Multazam menjelaskan bahwa RT 1 Desa Bagendang Permai menjadi prioritas utama karena wilayah ini dihuni oleh masyarakat kurang mampu yang sangat membutuhkan bantuan.

"Lokasi ini tidak memiliki akses jaringan PDAM karena berada cukup jauh dari Jalan HM Arsyad menuju Dusun Belambit yang terletak di bagian paling ujung. Di sana juga terdapat banyak kelompok rentan, sehingga sangat tepat menjadi sasaran utama distribusi air bersih," jelasnya.

Warga setempat selama ini hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan konsumsi dan memasak, sedangkan air Sungai Mentaya yang dekat dengan permukiman, menurut Multazam, tidak layak karena saat pasang terasa asin dan saat surut perlu proses khusus agar layak konsumsi.

"Kita berharap memang untuk mengatasi ini jangka panjang atau menengahnya distribusi air bersih harus tetap diutamakan. Sehingga resiko apabila terjadi kemarau yang panjang masyarakat di sekitarnya sudah menikmati minimal air bersih untuk keperluan masak minum dan lain sebagainya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)