PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,30 persen pada Juli 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa kenaikan indeks harga dari 102,94 pada Juli 2024 menjadi 103,25 menjadi indikator utama inflasi ringan di sektor tersebut.

Menurut Agnes, subkelompok barang pecah belah dan peralatan makan minum mengalami lonjakan harga tertinggi, yaitu sebesar 2,04 persen secara y-on-y.

“Kenaikan harga barang pecah belah menunjukkan adanya tekanan dari sisi konsumsi rumah tangga, khususnya pada peralatan makan dan dapur,” kata Agnes pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Di sisi lain, deflasi tertinggi terjadi pada subkelompok peralatan dan perlengkapan perumahan serta kebun, yaitu sebesar 0,76 persen. Agnes menyebutkan, penurunan harga pada segmen ini turut mengimbangi tekanan inflasi dari subkelompok lainnya, sehingga memberikan stabilitas relatif pada kelompok secara keseluruhan.

BPS mencatat, kelompok perlengkapan rumah tangga ini memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen terhadap inflasi umum y-on-y pada Juli 2025. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah upah asisten rumah tangga dan pembasmi nyamuk bakar, masing-masing memberi kontribusi sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, dua komoditas lain justru menjadi pemicu deflasi di sektor ini, yakni sabun cair/cuci piring dan sabun detergen bubuk.

“Keduanya masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen. Penurunan harga terjadi seiring melimpahnya pasokan dan promosi dari produsen,” tutur Agnes.

Untuk inflasi month-to-month atau m-to-m, kelompok ini tidak memberikan andil yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan harga di sektor perlengkapan rumah tangga bersifat tahunan dan bukan fluktuasi bulanan yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi jangka pendek. (TESTI PRISCILLA/H)