BORNEONEWS, Seruyan - Polres Seruyan mengantisipasi bahaya peredaran narkoba di kalangan siswa, dengan memeriksa ratusan tas siswa SMA dan sederajat di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Pihak kepolisian ingin memastikan ada atau tidaknya siswa yang membawa narkoba termasuk senjata tajam ke lingkungan sekolah mereka.

Salah satunya, pemeriksaan di SMAN 1 Kuala Pembuang I, SMA favorit di Kuala Pembuang. Beruntung, dari hasil pemeriksaan polisi pada tas siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah itu, tidak ada satupun siswanya yang terlibat atau membawa langsung narkoba atau senjata ke sekolah.

“Kemarin dari hasil pemeriksaan polisi pada isi tas siswa, didampingi pihak sekolah, dari jumlah siswa sebanyak 598 orang, tidak ada satupun yang terlibat penyalahgunaan narkoba termasuk senjata tajam,” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Kuala Pembuang I, Tuti Sundari kepada Borneonews di ruang kerjanya, Senin (31/10/2016).

Tuti Sundari menyebutkan, pemeriksaan terhadap seluruh isi tas para siswanya merupakan bentuk upaya pencegahan dan penanggulangan secara bersama dengan melibatkan langsung pihak kepolisian. Karena untuk SMAN 1 Kuala Pembuang I, pihak sekolah sudah melakukan kerjasama dengan kepolisian setempat.

Kerja sama itu muncul, berawal adanya pertemuan bersama (urung rembuk) dengan Bupati Seruyan Sudarsono dan kepolisian, yang mana salah satu usulan yang disepakati adalah melakukan pemeriksaan terhadap siswa (tas sekolah). Usulan tersebut agar tidak ada siswa yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Saat pemeriksaan isi tas, petugas kepolisian sengaja tidak mengenakan seragam dinas kepolisian. Melainan mereka (polisi) hanya mengenakan pakaian biasa atau yang biasa sering disebut pakaian preman. Maksud tujuan pengenaan pakaian biasa itu, agar dari segi psikologis siswa saat berada di sekolah tidak merasa terganggu atau merasa tertakuti,” terang Tuti.

Sementara itu, Tuti menambahkan, dari pihak sekolah sendiri melalui para guru pengajar sebelumnya sampai sekarang juga rutin melakukan pemeriksaan terhadap tas isi bawaan siswa di sekolah.

“Kami dari para guru saat ini tetap rutin minimal satu kali dalam sebulan melakukan pengecekan atau pemeriksaan terhadap tas siswa tersebut. Sementara pemeriksaan yang pernah dilakukan oleh petugas kepolisian ini akan dilakukan kembali secara berkelanjutan. Hanya saja kapan waktunya itu digelar, kami tidak memberitahukan atau dirahasiakan ,” ungkap Tuti. (PARNEN/N).