SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah dapat menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah gambut.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, kegiatan OMC diatur oleh Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Kehutanan (BPPK) Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan tim OMC di Palangka Raya.

"Terkait rute OMC, menyesuaikan pertumbuhan awan. Secara teknis, BMKG yang memahami dan mengatur hal tersebut. Kami berharap OMC berdampak pada hujan sehingga daerah-daerah gambut yang tadinya tidak ada air supaya bisa terisi hingga potensi kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi," kata Multazam, Selasa, 12 Agustus 2025.

OMC di wilayah Kalimantan Tengah dimulai sejak 6 Agustus 2025. Setiap hari dilakukan sekitar dua sortie atau penerbangan pesawat untuk penyemaian awan. Rute operasi disesuaikan dengan pertumbuhan awan hujan berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Kami tidak begitu mengetahui secara detail target OMC, tetapi saat rapat koordinasi melalui Zoom meeting, disampaikan bahwa pelaksanaan awal berada di daerah Barito, Pulang Pisau, dan Katingan. Selanjutnya diarahkan ke Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau, dengan penyesuaian berdasarkan kondisi awan," ujarnya.

OMC diharapkan menjadi langkah efektif untuk memicu hujan buatan, mengisi cadangan air di lahan gambut, dan mengurangi risiko karhutla di musim kemarau.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) H Asan Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan hujan yang terjadi pada Sabtu, 9 Agustus 2025, selain akibat pembentukan awan yang cukup intens juga dipengaruhi oleh aktivitas operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kabupaten Katingan.

“Dari radar cuaca dan citra satelit, terlihat pembentukan awan hujan cukup intens di wilayah Kotim. Ditambah lagi adanya OMC yang melintas di sekitar Telaga dan Galinggang, Kabupaten Katingan, yang berdekatan dengan Kecamatan Seranau dan Mentawa Baru Ketapang. Hal ini turut menjadi faktor pendukung terjadinya hujan,” kata Prakirawan BMKG Rahmat Wahidin Abdi, Sabtu, 9 Agustus 2025. (DEWI PATMALASARI/H)