PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lonjakan signifikan pada nilai impor luar negeri provinsi tersebut selama triwulan II 2025. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa nilai impor meningkat sebesar 90,84 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q) dan 50,64 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y).

Menurut Agnes, kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya impor mesin dan pesawat mekanik yang digunakan dalam industri pengolahan.

“Mesin dan produk mekanik menjadi komoditas utama yang mendorong lonjakan impor. Ini menunjukkan adanya geliat aktivitas industri pengolahan di Kalimantan Tengah,” kata Agnes pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa sektor industri pengolahan, khususnya yang bergerak di bidang agroindustri dan manufaktur berbasis sumber daya lokal, mulai menunjukkan peningkatan kebutuhan terhadap teknologi dan peralatan produksi. Hal ini tercermin dari volume dan nilai impor mesin yang masuk ke wilayah Kalteng.

Agnes juga menekankan bahwa tren ini bisa menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika ditopang oleh investasi dan efisiensi produksi, peningkatan impor mesin bisa berkontribusi terhadap peningkatan output industri dan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan perlunya pengawasan terhadap struktur impor agar tidak terlalu bergantung pada barang modal dari luar negeri.

“Kita perlu mendorong penguatan industri lokal agar mampu memproduksi sebagian komponen mesin secara mandiri,” kata Agnes.

Secara keseluruhan, BPS menilai bahwa lonjakan impor ini merupakan sinyal awal dari dinamika ekonomi yang lebih aktif di Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kebijakan industri dan mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. (TESTI PRISCILLA/H)