BORNEONEWS, Palangka Raya - Realisasi investasi di Kalimantan Tengah pada triwulan II-2025 menunjukkan penurunan signifikan sebesar 26,18 persen dibandingkan triwulan I-2025. Penurunan ini mencakup investasi yang dilakukan oleh Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa tren ini perlu dicermati sebagai sinyal perlambatan aktivitas ekonomi di sektor investasi.
Meski terjadi penurunan secara kuartalan (quarter-to-quarter), jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), investasi justru mengalami kenaikan sebesar 7,11 persen.
“Kenaikan secara tahunan menunjukkan bahwa secara umum minat investasi di Kalimantan Tengah masih tumbuh, meskipun ada fluktuasi dalam jangka pendek,” ujar Agnes pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Menurut Agnes, penurunan investasi pada triwulan II-2025 bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian global, penyesuaian kebijakan fiskal, serta dinamika proyek-proyek strategis yang belum terealisasi sepenuhnya. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif.
Agnes juga menyoroti peran sektor infrastruktur dan perkebunan sebagai penyumbang utama investasi di Kalimantan Tengah.
“Sektor-sektor ini masih menjadi daya tarik utama bagi investor, baik asing maupun domestik. Namun, perlu ada percepatan dalam penyelesaian proyek agar dampaknya bisa segera dirasakan,” katanya.
BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan investasi dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan data yang akurat dan relevan. Agnes menambahkan bahwa transparansi dan kemudahan akses informasi menjadi kunci dalam menarik lebih banyak investor ke wilayah ini.
Dengan fluktuasi yang terjadi, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi.
“Kami berharap tren tahunan yang positif ini bisa menjadi landasan untuk mendorong pemulihan investasi pada triwulan berikutnya,” tutup Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









