BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja sektor konstruksi di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan signifikan pada triwulan II-2025. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, nilai konstruksi yang diselesaikan selama periode tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,83 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (y-on-y), terjadi peningkatan sebesar 2,73 persen.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa tren positif ini mencerminkan pulihnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa proyek-proyek konstruksi, baik yang bersifat infrastruktur maupun bangunan komersial, mulai bergerak lebih aktif setelah sempat melambat,” ujar Agnes pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Selain nilai konstruksi, pengadaan bahan bangunan juga mengalami lonjakan. Salah satu indikator yang menonjol adalah realisasi pengadaan semen, yang meningkat sebesar 18,90 persen secara q-to-q. Secara tahunan, kenaikannya mencapai 14,82 persen. Menurut Agnes, hal ini menjadi sinyal kuat bahwa permintaan terhadap material konstruksi kembali tumbuh.
“Lonjakan pengadaan semen menunjukkan bahwa kegiatan pembangunan tidak hanya direncanakan, tetapi benar-benar dijalankan di lapangan. Ini menjadi indikator penting dalam menilai dinamika sektor konstruksi,” tambah Agnes.
Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ini perlu dijaga dengan memastikan kelancaran distribusi bahan bangunan dan dukungan terhadap tenaga kerja konstruksi. Stabilitas pasokan dan efisiensi proyek menjadi kunci agar tren positif ini berlanjut hingga akhir tahun.
Dengan capaian ini, sektor konstruksi diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah di semester kedua 2025. Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis dan memperkuat konektivitas antarwilayah. (TESTI PRISCILLA/H)









