PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kelapa sawit.

Partisipasi aktif BPDP dalam Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara atau PIISU 2025 menjadi bukti nyata dukungan tersebut. Acara tahunan yang digelar di Halaman Istana Maimun, Medan, dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari sektor pembangunan dan investasi daerah.

Dalam ajang yang menjadi etalase inovasi dan potensi daerah ini, BPDP menghadirkan booth khusus UMKM yang menampilkan beragam produk turunan kelapa sawit. Produk-produk tersebut mencerminkan kreativitas dan keberlanjutan, seperti Batik Sawit Jayanti yang mengangkat motif khas berbasis sawit, polibag ramah lingkungan hasil inovasi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), serta kegiatan interaktif mencat pot dengan cat berbahan dasar sawit.

Kepala Divisi Kerja Sama, Kemasyarakatan, dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, menyampaikan bahwa kehadiran BPDP di PIISU 2025 merupakan bagian dari strategi memperluas pemahaman publik terhadap potensi kelapa sawit sebagai bahan baku produk kreatif.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sawit bukan hanya komoditas industri, tetapi juga sumber inovasi yang bisa memberdayakan UMKM dan masyarakat lokal,” kata Helmi dalam rilisnya pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Booth BPDP tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga ruang edukasi dan interaksi. Pengunjung diajak untuk mengenal proses produksi, manfaat lingkungan dari produk sawit, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan. Kegiatan mencat pot, misalnya, menjadi sarana edukatif yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga, sekaligus memperkenalkan alternatif bahan baku ramah lingkungan.

"Partisipasi BPDP dalam PIISU 2025 juga sejalan dengan misi lembaga untuk mendukung keberlanjutan industri sawit nasional melalui pendekatan inklusif. Dengan melibatkan UMKM dan institusi pendidikan, BPDP mendorong kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem inovasi berbasis sawit," katanya.

Hal ini diharapkan dapat membuka akses pasar baru dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Melalui momentum PIISU 2025, BPDP menegaskan bahwa pengembangan UMKM berbasis sawit bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat.

"Dukungan terhadap inovasi dan investasi lokal menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kelapa sawit sebagai komoditas yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing tinggi," terang Helmi lagi. (TESTI PRISCILLA/H)