PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menggelar diskusi terbatas untuk membahas rencana pelaksanaan Program Promosi dan Inkubasi Bisnis 1.000 Pelaku UMKM Perkebunan.

Diskusi ini berlangsung di Aula BPDP, Gedung Surachman Tjokrodisuryo, Komplek Kementerian KKP, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Agustus 2025, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting serta perwakilan lembaga kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Zaid Burhan Ibrahim; Kepala Divisi Kerja Sama, Kemasyarakatan, dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah; serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat. Diskusi ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara BPDP dan komunitas masyarakat untuk memperkuat peran UMKM dalam sektor perkebunan.

Dalam sambutannya, Zaid Burhan Ibrahim menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi BPDP untuk mendukung keberlanjutan industri perkebunan nasional. Melalui pendekatan promosi dan inkubasi bisnis, para pelaku UMKM akan mendapatkan akses terhadap peningkatan kapasitas, teknologi, pembiayaan, serta peluang pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Program ini bukan hanya soal pelatihan, melainkan juga tentang menciptakan ekosistem usaha rakyat yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing dengan berbasis komoditas unggulan perkebunan Indonesia,” ujar Zaid dalam rilisnya pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa produk-produk UMKM yang dihasilkan diharapkan mampu menembus pasar ekspor dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan bangsa.

BPDP menekankan pentingnya kolaborasi dengan lembaga kemasyarakatan sebagai jembatan antara program dan pelaku UMKM di lapangan. Lembaga-lembaga ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjangkau komunitas, memahami kebutuhan lokal, serta memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut, BPDP akan meluncurkan program ini secara resmi pada September 2025, diikuti dengan roadshow ke 20 kota di Indonesia hingga Mei 2026. Dengan sinergi yang kuat antara BPDP, lembaga kemasyarakatan, dan pelaku UMKM, diharapkan program ini mampu menciptakan dampak nyata dalam pertumbuhan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)