PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri kelapa sawit Indonesia terus memperkuat narasi keberlanjutan dan inklusivitas melalui sinergi lintas sektor. Dalam ajang Surabaya Great Expo (SGE) 2025, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP hadir sebagai representasi sektor perkebunan yang berkomitmen terhadap pembangunan ekonomi daerah yang berkeadilan dan ramah lingkungan.

SGE 2025 yang berlangsung selama lima hari, dari 13 hingga 17 Agustus di Exhibition Hall Grand City Surabaya, menjadi panggung bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk menampilkan potensi dan prestasi masing-masing.

"BPDP memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jangkauan promosi industri sawit kepada publik, sekaligus menyosialisasikan program-program kerja secara transparan," kata Plt Kepala Divisi Komunikasi dan Layanan Informasi BPDP, Adi Sucipto yang diwakilkan oleh Public Engagement Specialist BPDP, Mujiono Hardiansyah dalam rilisnya pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Booth BPDP menjadi salah satu titik interaktif yang paling ramai dikunjungi. Lebih dari 500 pengunjung tercatat mengikuti berbagai aktivasi edukatif, seperti mencanting batik berbahan minyak sawit, lomba menyusun puzzle bertema sawit, spin wheel games berisi pertanyaan seputar sawit dan BPDP.

Kegiatan ini dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, terutama pelajar, guna membangun pemahaman kolektif bahwa kelapa sawit memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dalam sesi Talkshow Ekspor UKM Go Global, Public Engagement Specialist BPDP, Mujiono Hardiansyah, mewakili Plt Kepala Divisi Komunikasi dan Layanan Informasi BPDP, Adi Sucipto, menyampaikan bahwa program promosi BPDP bertujuan memperluas pasar perkebunan, meningkatkan investasi, serta mengembangkan pusat pemasaran komoditas.

“Program promosi ini juga dapat diajukan oleh berbagai organisasi seperti lembaga penelitian, media, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat,” ujar Mujiono.

Melalui tampilan booth, materi publikasi, dan interaksi langsung dengan pengunjung, BPDP menegaskan komitmennya untuk membangun citra positif industri kelapa sawit. Narasi yang diusung adalah bahwa sawit bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari solusi pembangunan yang inklusif, lestari, dan berdampak bagi semua kalangan.

SGE 2025 menjadi bukti bahwa promosi sektor perkebunan dapat berjalan seiring dengan semangat keberlanjutan dan keterlibatan publik. BPDP pun terus membuka ruang kolaborasi lintas sektor demi masa depan industri sawit yang lebih transparan dan berdaya saing global. (TESTI PRISCILLA/H)