BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menargetkan 523 penerima manfaat pada Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang tersebar di belasan kecamatan di wilayah setempat.
“Penerima yang berjumlah 523 terdiri dari beragam kriteria. Ada yang keluarga berisiko stunting (KRS), desil 1, 2, dan 3, bayi di bawah dua tahun (baduta), bayi di bawah lima tahun (balita), dan ibu hamil,” ungkap Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Kepala DP2KBP3A Rina Sari, Jumat, 12 September 2025.
Ke 523 penerima manfaat tadi paling banyak berada di Kecamatan Tewah dengan jumlah 117 target, disusul Kecamatan Kahayan Hulu Utara dan Kecamatan Rungan Hulu masing-masing 63 target, dan kecamatan-kecamatan lain dengan jumlah yang berbeda-beda.
Adapun bantuan yang diberikan bisa berupa nutrisi dengan nilai minimal Rp25 ribu per hari per orang, non nutrisi, akses air bersih, serta edukasi atau sosialisasi terkait pencegahan stunting.
Lebih lanjut, sejumlah bantuan telah disalurkan di berbagai kesempatan, dan akan terus berlanjut hingga akhir 2025. Teranyar bantuan disalurkan oleh Bupati Gumas Jaya S Monong, saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 41 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 32 tingkat kabupaten di Kuala Kurun, Kamis, 4 September 2025.
Bupati Gumas menekankan bahwa pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap upaya penurunan angka prevalensi stunting di kabupaten setempat, yang pada 2024 berada di angka 14,1 persen.
Bahkan penurunan angka prevalensi stunting masuk ke dalam program unggulan daerah yakni Program Tambun Bungai, tepatnya pada subprogram Tambun Bungai Sehat, yakni upaya pemerintah kabupaten untuk membangun sumber daya manusia yang sehat secara jasmani dan rohani.
“Dengan sinergi dan dukungan dari seluruh pihak, saya yakin angka prevalensi stunting di Gumas dapat kita turunkan serendah-rendahnya,” ucap Jaya. (RISKA YULYANA/Y)









