BORNEONEWS, Palangka Raya - Frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif selama Juli 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, terjadi peningkatan sebesar 7,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 1.334 penerbangan menjadi 1.428 penerbangan.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa lonjakan ini tidak hanya mencerminkan pemulihan mobilitas, tetapi juga mengindikasikan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi udara.
Agnes menambahkan bahwa frekuensi penerbangan pada Juli 2025 juga lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2024 dan 2023.
“Jika dibandingkan dengan Juli 2024, peningkatannya mencapai 15,91 persen. Ini menunjukkan bahwa sektor transportasi udara di Kalimantan Tengah terus tumbuh dan menjadi pilihan utama masyarakat,” kata Agnes pada Sabtu, 13 September 2025.
Lonjakan ini diyakini sebagai dampak dari meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial di berbagai wilayah provinsi.
Seiring dengan meningkatnya frekuensi penerbangan, jumlah penumpang angkutan udara juga mengalami kenaikan signifikan. Tercatat sebanyak 138.515 orang menggunakan jasa penerbangan selama Juli 2025, naik 9,19 persen dari bulan sebelumnya yang berjumlah 126.861 orang.
“Kenaikan ini berasal dari peningkatan penumpang datang sebesar 17,94 persen dan penumpang berangkat sebesar 1,21 persen,” jelas Agnes.
Namun, di tengah peningkatan jumlah penerbangan dan penumpang, volume arus barang melalui angkutan udara justru mengalami penurunan. BPS mencatat penurunan sebesar 3,36 persen dibandingkan Juni 2025. Penurunan ini terutama terjadi pada kategori barang bukan bagasi yang dibongkar, yang turun drastis sebesar 15,90 persen. Menurut Agnes, hal ini bisa disebabkan oleh pergeseran pola distribusi logistik yang lebih mengandalkan moda transportasi lain.
Meski arus barang menurun, dominasi Bandara Tjilik Riwut sebagai pusat aktivitas penerbangan tetap kuat. Bandara ini menyumbang lebih dari separuh total penumpang dan arus barang selama Juli 2025.
“Bandara Tjilik Riwut menjadi simpul utama mobilitas udara di Kalimantan Tengah, baik dari sisi penumpang maupun distribusi barang,” ujar Agnes.
Ia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan layanan di bandara tersebut untuk mendukung tren pertumbuhan ini.
Secara keseluruhan, perkembangan transportasi udara di Kalimantan Tengah selama Juli 2025 mencerminkan dinamika positif yang patut diapresiasi. Agnes Widiastuti menyatakan bahwa BPS akan terus memantau dan menyajikan data transportasi secara berkala sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.
“Data ini penting untuk memastikan kebijakan transportasi yang responsif dan berkelanjutan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









