TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Seluruh titik kerusakan jalan nasional di Kabupaten Barito Timur dipastikan mulai ditangani pada tahun 2025. Kepastian ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Barito Timur, Yumail J Paladuk.

Menurutnya, ruas jalan nasional yang melintasi Barito Timur mencakup Jalan Pasar Panas–Tamiang Layang, Tamiang Layang–Ampah, Ampah–Bambulung, serta Ampah–Kandui. Seluruhnya menjadi prioritas penanganan menyusul usulan pemerintah kabupaten yang juga disampaikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati kepada Gubernur Kalimantan Tengah.

“Puji Tuhan, sekarang sudah ada respon dari Gubernur Kalimantan Tengah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Mereka sudah memulai dua pola kegiatan, yaitu swakelola untuk penambalan jalan rusak dan kontrak pekerjaan pembangunan dengan agregat, box culvert, serta beton precast,” jelas Yumail, Selasa, 16 September 2025.

Ia menuturkan, salah satu titik yang mendapat perhatian serius adalah di Desa Tampa, Kecamatan Paku. Pada ruas ini, slab beton precast akan dipasang di lima titik untuk mengganti gorong-gorong lama yang kerap mampet dan menyebabkan genangan air sehingga jalan cepat rusak.

Meski progres fisik di lapangan belum terlihat signifikan, Yumail menegaskan bahwa perbaikan terus berjalan.

“Hari ini saja agregat sudah mulai ditimbun di bagian-bagian yang mengalami kerusakan paling parah,” katanya.

Yumail juga mengingatkan bahwa kewenangan penuh penanganan jalan nasional berada di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Pemkab Barito Timur, lanjutnya, hanya bisa melakukan penanganan darurat dengan penimbunan bila ada kerusakan mendesak. 

“Kalau kita mengeluarkan anggaran daerah untuk memperbaiki, pengeluaran itu tidak akan diakui secara administrasi, karena jalan nasional adalah aset balai,” ujarnya.

Meski begitu, Pemkab Barito Timur setiap tahun konsisten mengusulkan perbaikan jalan nasional yang melintasi wilayahnya. Dengan adanya langkah nyata tahun ini, diharapkan akses transportasi masyarakat semakin lancar dan mobilitas barang serta jasa lebih terjamin. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)