BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan pentingnya investasi pada pendidikan sebagai fondasi pembangunan industri sawit yang berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan industri sawit harus dibarengi dengan penyiapan sumber daya manusia sebagai salah satu bentuk pembangunan sawit yang berkelanjutan," kata Eddy pada Rabu, 17 September 2025.
Hal ini disampaikan Eddy dalam sambutannya di pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB Tahun Akademik 2025/2026. Politeknik LPP Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 pada 15–19 September 2025. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa baru dengan pemahaman menyeluruh tentang sistem akademik, budaya kampus, serta tantangan dunia kerja di sektor perkebunan. Pendekatan pendidikan holistik menjadi ciri khas program ini, menggabungkan penguasaan hard skills dan soft skills secara seimbang.
Selama lima hari pelaksanaan, mahasiswa akan mengikuti berbagai sesi yang mencakup pemahaman kearifan lokal, penguasaan teknologi digital dalam perkebunan, serta pembekalan kesehatan fisik dan mental. Program ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. Kegiatan ini juga menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk membangun solidaritas dan semangat kebangsaan.
Dengan mengusung slogan “Profesional Berkarakter”, Politeknik LPP Yogyakarta menekankan pentingnya integritas, etos kerja, dan jiwa sosial dalam membentuk planter muda yang unggul. Kampus ini percaya bahwa keberhasilan akademik harus diiringi dengan kemampuan kepemimpinan dan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam setiap tahapan pendidikan yang diberikan.
Direktur Politeknik LPP Yogyakarta menyampaikan bahwa lulusan kampus vokasi ini diharapkan mampu menjadi pemimpin baru di sektor perkebunan, memperkuat daya saing Indonesia di pasar global, dan berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan dukungan dari BPDP dan berbagai pemangku kepentingan, pendidikan perkebunan di Indonesia terus diarahkan untuk menjawab tantangan industri masa depan.
PKKMB tahun ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Politeknik LPP Yogyakarta, sebagai salah satu kampus vokasi perkebunan tertua di Indonesia, terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)









