BORNEONEWS, Sampit – Capaian Skrining Katarak Glaucoma (CKG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai masih tergolong rendah, yaitu di bawah 20 persen. Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim.
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, mengungkapkan bahwa rendahnya capaian CKG ini disebabkan oleh kurangnya minat masyarakat untuk datang ke Puskesmas.
"Animo masyarakat untuk CKG itu cukup rendah. Kotim ini penduduknya banyak, tapi minatnya rendah," ujarnya, Senin, 22 September 2025.
Ia menyebut target nasional adalah 30 persen dari jumlah penduduk, namun sejauh ini capaian CKG Kotim masih di bawah 20 persen.
Melihat itu, Dinkes Kotim berencana melakukan terobosan dengan mendekatkan pelayanan pemeriksaan gratis kepada masyarakat. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah pemeriksaan di tingkat RT.
"Oleh sebab itu kami akan melakukan trobosan yaitu pemeriksaan di tingkat RT, sehingga capaian CKG kita nanti tinggi," jelas Umar Kaderi.
Ia berharap dengan adanya pemeriksaan di tingkat RT, masyarakat lebih mudah mengakses layanan CKG dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini.
"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target tersebut," pungkasnya. (DEVIANA/y)









