PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel berbintang di Kalimantan Tengah pada Agustus 2025 tercatat sebesar 49,23 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,32 poin dibandingkan bulan sebelumnya, serta penurunan lebih tajam sebesar 5,97 poin dibandingkan Agustus tahun lalu. Penurunan ini mencerminkan dinamika kunjungan wisatawan dan mobilitas masyarakat yang masih fluktuatif.

“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Tengah pada Agustus 2025 tercatat 49,23 persen, turun 1,32 poin dibanding bulan sebelumnya, dan turun 5,97 poin dibanding Agustus 2024,“ kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Agnes menjelaskan bahwa penurunan TPK dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk musim liburan, kegiatan bisnis, dan kondisi ekonomi. Meskipun terjadi penurunan, hotel-hotel berbintang tetap menjadi pilihan utama bagi tamu domestik yang melakukan perjalanan ke wilayah ini.

Di sisi lain, rata-rata lama menginap (RLTM) tamu di hotel berbintang mengalami kenaikan. Pada Agustus 2025, RLTM tercatat sebesar 1,47 hari, naik 0,07 poin dibandingkan Juli 2025. Menurut Agnes, kenaikan ini menunjukkan bahwa tamu yang datang cenderung menetap lebih lama, meskipun jumlahnya menurun.

“Rata-rata lama menginap (RLTM) tamu di hotel berbintang mencapai 1,47 hari, naik 0,07 poin dibanding Juli 2025,“ tutur Agnes lagi.

Jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang selama Agustus 2025 tercatat sebanyak 42.757 orang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 10,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan jumlah tamu ini turut berkontribusi terhadap turunnya tingkat hunian kamar hotel.

“Jumlah tamu yang menginap sebanyak 42.757 orang, turun 10,11 persen dibanding bulan sebelumnya, dengan 97,08 persen di antaranya merupakan tamu domestik,“ terang Agnes lagi.

Dari total tamu yang tercatat, sebanyak 97,08 persen merupakan tamu domestik. Agnes menekankan bahwa dominasi tamu lokal menunjukkan potensi pasar wisata domestik yang masih kuat di Kalimantan Tengah.
BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan sektor akomodasi sebagai bagian dari indikator ekonomi dan pariwisata daerah.

Agnes berharap, data ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam merancang strategi peningkatan kunjungan wisatawan dan optimalisasi layanan perhotelan. (TESTI PRISCILLA/y)