PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat dinamika transportasi udara dan laut selama Agustus 2025. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa frekuensi penerbangan di wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 3,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, peningkatan jumlah penerbangan tidak diikuti oleh kenaikan jumlah penumpang.

Menurut Agnes, jumlah penumpang angkutan udara justru menurun sebesar 11,21 persen.

“Pada Juli 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 138.515 orang, sementara pada Agustus hanya mencapai 122.985 orang,” kata Agnes pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat meskipun akses penerbangan meningkat.

Penurunan jumlah penumpang juga berdampak pada lalu lintas barang melalui udara. BPS mencatat penurunan sebesar 15,37 persen dalam pengangkutan barang, dari 2.615 ton pada Juli menjadi 2.213 ton pada Agustus 2025. Agnes menyebut tren ini sebagai indikasi perlambatan aktivitas logistik udara di tengah peningkatan frekuensi penerbangan.

Sementara itu, sektor angkutan laut menunjukkan tren yang berbeda. Jumlah penumpang angkutan laut mengalami penurunan signifikan sebesar 25,97 persen.

“Dari 45.181 orang pada Juli, jumlahnya turun menjadi 33.446 orang pada Agustus,” ujar Agnes lagi.

Penurunan ini dinilai cukup tajam dan perlu menjadi perhatian dalam evaluasi layanan transportasi laut.

Berbeda dengan penumpang, arus barang melalui laut justru mengalami peningkatan. BPS mencatat kenaikan sebesar 1,98 persen, dari 2,46 juta ton menjadi 2,51 juta ton. Agnes menilai bahwa peningkatan ini menunjukkan peran penting angkutan laut dalam mendukung distribusi logistik di Kalimantan Tengah.

Agnes menegaskan bahwa data ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemangku kebijakan dan pelaku transportasi.

“Kami berharap informasi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan transportasi, baik udara maupun laut, demi mendukung mobilitas dan distribusi barang di Kalimantan Tengah,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/y)