BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyoroti tingginya angka kekerasan di lingkungan pendidikan berdasarkan data asesmen nasional tahun 2022.
Rizky mengungkapkan keprihatinannya terhadap data yang menunjukkan bahwa masalah kekerasan di lingkungan pendidikan di Indonesia semakin mengkhawatirkan.
"Data dari hasil asesmen nasional tahun 2022 mengungkapkan bahwa masalah kekerasan di lingkungan pendidikan di Indonesia semakin memprihatinkan," ujar Rizky pada Selasa, 7 Oktober 2025.
Ia menambahkan, sekitar 34,51% peserta didik berisiko mengalami kekerasan seksual, 26,9% mungkin mengalami hukuman fisik, dan 36,31% berpotensi menjadi korban perundungan.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau telah mengambil langkah konkret dengan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) melalui Keputusan Bupati Nomor 188.45/26/I/HUK/2024.
Satgas PPK ini memiliki tugas penting untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Dengan adanya Satgas ini, diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi siswa.
"Dengan adanya Satgas PPK ini, diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman," jelas Rizky.
Pembentukan Satgas PPK ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa. (NATALIA KRISTIN/y)









