BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Pasca Inkubasi Desa EKI di Desa Sungai Bundung menempatkan suara masyarakat sebagai pusat penguatan program inklusi keuangan.
Dalam forum diskusi yang digelar oleh OJK Provinsi Kalimantan Tengah dan TPAKD Kabupaten Sukamara, warga desa menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan usaha dan akses layanan keuangan.
Kelompok usaha perikanan menjadi sorotan utama dalam diskusi. Mereka mengungkapkan tantangan dalam memperoleh pembiayaan yang sesuai dengan siklus produksi serta kesulitan dalam memasarkan hasil tangkapan. Permintaan akan dukungan pemasaran dan harga jual yang wajar menjadi harapan besar dari masyarakat.
Kepala Desa Ahmad Saini menyambut baik forum ini sebagai ruang dialog yang konstruktif. Ia menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam merancang program yang benar-benar menjawab kebutuhan lokal.
“Kami ingin program ini terus berkembang dengan mendengarkan suara warga,” katanya dalam rilis OJK Kalteng pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Deputi Kepala OJK, Andrianto Suhada, menegaskan bahwa pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi landasan utama program pasca inkubasi. Ia menyampaikan bahwa OJK akan terus mendampingi desa dalam memanfaatkan layanan keuangan secara produktif dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah melalui Asisten I, Yofi Yudistira, juga menekankan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat dalam merancang kebijakan. Ia menyebut bahwa inklusi keuangan harus berangkat dari realitas lapangan agar dapat memberikan dampak yang nyata.
“Kami ingin program ini menjadi milik bersama, bukan hanya agenda institusi,” ujarnya.
Dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, relevan, dan berdaya guna. Desa Sungai Bundung kini menjadi contoh bagaimana partisipasi warga dapat memperkuat arah pembangunan ekonomi lokal. (TESTI PRISCILLA/H)









