BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Lamandau. Fokus utama diskusi adalah penguatan layanan dasar masyarakat di berbagai sektor.
Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, memimpin kegiatan ini dan menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Kabupaten Lamandau sebagai lokasi kajian dan riset kebijakan berbasis bukti oleh UGM.
"Kami sangat antusias dengan kolaborasi ini. Melalui FGD ini, kami berharap dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pelaksanaan program-program kunci seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kabupaten Lamandau," ujar Hamid.
Hamid menekankan bahwa ketiga bidang ini memiliki peran krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, memperkuat layanan kesehatan dasar, dan memperkuat fondasi keluarga di tingkat komunitas.
"Kajian yang dilakukan oleh tim UGM akan sangat berharga bagi kami. Ini bukan hanya tentang mengevaluasi pencapaian, tetapi juga tentang mengidentifikasi hambatan dan menemukan solusi yang didukung oleh data dan realitas di lapangan," jelasnya.
Lebih lanjut, Wabup Hamid berharap bahwa kolaborasi dengan UGM akan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam merancang kebijakan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
"Kami berharap FGD ini, bersama dengan kunjungan lapangan ke berbagai instansi dan kecamatan, akan menghasilkan wawasan baru, umpan balik konstruktif, dan rekomendasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kebijakan dan inovasi di Kabupaten Lamandau di masa depan," pungkasnya. (NATALIA/H)









