BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Menurutnya, sinergi antara lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi kunci untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa tantangan ekonomi global dan perubahan teknologi menuntut semua pihak untuk beradaptasi dengan cepat.
“OJK tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu dukungan semua pihak agar akses keuangan semakin luas dan stabilitas tetap terjaga,” kata Primandanu pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Primandanu menyebut, kolaborasi tersebut telah diwujudkan melalui berbagai forum dan program bersama, termasuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD serta kegiatan literasi keuangan di kabupaten dan kota.
“Semakin banyak pihak terlibat, semakin kuat dampaknya bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, sinergi juga penting untuk memperluas peran lembaga keuangan lokal seperti Bank Kalteng, BPR, dan koperasi modern.
“Kita dorong lembaga-lembaga ini menjadi mitra pembangunan ekonomi yang mampu menjangkau wilayah pedalaman,” tambahnya.
Ia menilai, kolaborasi yang efektif akan menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, inovatif, dan berkeadilan.
“Arah pembangunan ke depan adalah memperkuat ekosistem, bukan hanya memperbanyak produk keuangan,” tegasnya.
OJK Kalteng akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten agar kebijakan keuangan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah. (TESTI PRISCILLA/H)








