BORNEONEWS, Palangka Raya - Majalah Sawit Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP sukses menyelenggarakan Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit bertajuk, kolaborasi media dan pelaku UKM sawit untuk Indonesia Emas 2045, di Serpong, Banten yang dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Pabrik UKM Sawit di Gunung Putri, Bogor.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran media dalam mendukung pengembangan UKM sawit sebagai bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Puspo Edi Giriwono, Ph.D (Director of SEAFAST Center LRI PGK IPB), Bachtiar Priyambodo, S.STP., M.Si (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangerang Selatan), Mochamad Husni (Media Relations GAPKI), dan Shandyka Yudha Pratama (General Manager PT Ratu Bio Indonesia). Diskusi dipandu oleh Hamzirwan Hamid, Head of Editorial Collaboration Harian Kompas, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun narasi positif tentang industri sawit.
Dalam sambutannya, Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Metty Kusmayantie, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Sinergi antara UKM, media, pemerintah, industri, asosiasi, dan lembaga pembiayaan merupakan kunci untuk memperkuat sektor sawit yang pada tahun 2023 menyumbang sekitar 60 persen ekspor dan menyerap 67 persen tenaga kerja nasional,“ kata Metty dalam rilis BPDP pada Minggu, 2 November 2025.
Sesi kunjungan lapangan ke pabrik UKM sawit di Bogor menjadi momen penting untuk menunjukkan dampak nyata program BPDP. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan bahwa BPDP terus menjalin kolaborasi dengan berbagai organisasi, termasuk media, untuk menciptakan wirausaha baru di sektor sawit.
“Ke depan, program BPDP akan lebih berfokus pada praktik langsung, bukan sekadar teori,” ujarnya.
Ketua pelaksana acara, Qayum Amri, menambahkan bahwa BPDP telah menginisiasi katalog berisi 100 produk sawit dari UKM di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa industri sawit bukan hanya milik korporasi besar, tetapi juga milik masyarakat luas, khususnya petani dan pelaku UKM yang menguasai 40 persen lahan sawit nasional.
Melalui kegiatan ini, Majalah Sawit Indonesia dan BPDP berharap dapat memperluas pemberitaan positif tentang sawit, sekaligus menghapus stigma negatif yang selama ini melekat. Dengan dukungan media dan kolaborasi lintas sektor, UKM sawit diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045. (TESTI PRISCILLA)









