SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melakukan uji coba penutupan salah satu U-turn atau lokasi putar balik kendaraan di Jalan HM Arsyad, Sampit. Langkah ini diambil karena lokasi tersebut dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Raihansyah, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat dan sebagai upaya untuk mencegah terulangnya kecelakaan di kawasan tersebut. 

"Hari ini kami uji coba dengan melakukan penutupan sementara menggunakan water barrier atau pembatas. Selanjutnya kami evaluasi beberapa hari ke depan, untuk menentukan di mana U-turn yang akan kami buka," ujarnya, Rabu, 5 November 2025

Penutupan U-turn ini merupakan hasil evaluasi dari Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang terdiri dari Dishub, Satuan Lalu Lintas Polres Kotim, serta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP). Uji coba penutupan dilakukan untuk melihat efektivitas dampaknya terhadap lalu lintas.

Dishub juga akan mengkaji lokasi baru median jalan yang akan dibuka untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang ingin menyeberang atau memutar di jalan dua jalur tersebut.

"Kami tidak bisa serta-merta menutup itu tanpa ada solusi. Makanya kami menutup itu harus ada solusinya diberikan kepada masyarakat sehingga bisa mengurangi, bahkan meniadakan kecelakaan dan kemacetan di U-turn yang ada di Kotawaringin Timur," kata Raihansyah.

Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa U-turn tersebut perlu ditutup permanen, tindakan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan DSDABMBKPRKP, termasuk pembukaan median baru di lokasi lain yang dianggap tepat.

Selain itu, Dishub juga sedang mengkaji rencana pembuatan bukaan baru median di depan Markas Unit Emergency 119 di Jalan Achmad Yani untuk kepentingan pelayanan daerah. Rencananya, median jalan akan dibuka dan dipasang pembatas dari water barrier sehingga ambulans dapat melintas saat situasi darurat. Namun, bukaan baru ini hanya untuk layanan kedaruratan, bukan untuk pengguna jalan umum.

Dishub masih menunggu surat permohonan dari Dinas Kesehatan sebagai dasar untuk merealisasikan rencana ini. Selanjutnya, akan dikoordinasikan dengan Forum LLAJ untuk pelaksanaannya, termasuk pembenahan median yang dibongkar oleh DSDABMBKPRKP Kotim.

Sementara itu, kondisi lalu lintas di Jalan Tjilik Riwut dinilai masih lancar, terutama setelah pembongkaran bundaran di penempatan Jalan Tjilik Riwut-Tidar. 

"Selain itu ada beberapa titik lain yang sedang kami evaluasi terkait lokasi-lokasi yang sering terjadi kecelakaan dan kemacetan. Ini semua demi keselamatan dan kenyamanan pengendara," pungkas Raihansyah. (DEVIANA/y)