BORNEONEWS, Palangka Raya - Perekonomian Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, ekonomi daerah ini pada triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,36 persen secara y-on-y dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh meningkatnya aktivitas ekspor barang dan jasa.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa sektor ekspor menjadi penggerak utama roda ekonomi daerah.
“Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh paling tinggi mencapai 22,23 persen, jauh di atas komponen lainnya. Ini menunjukkan peran ekspor semakin kuat dalam menopang perekonomian Kalimantan Tengah,” kata Agnes pada Rabu, 12 November 2025.
Selain ekspor, pertumbuhan juga terjadi pada Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang naik 2,58 persen, serta Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 0,17 persen. Namun, dua komponen lainnya justru mengalami kontraksi, yakni Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang turun 5,20 persen, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang berkurang 0,72 persen.
“Penurunan konsumsi pemerintah terutama disebabkan oleh efisiensi belanja dan pergeseran realisasi anggaran pada triwulan berikutnya. Sementara kontraksi investasi menunjukkan masih adanya penyesuaian dalam aktivitas pembangunan dan pengadaan barang modal,” tambah Agnes.
Dari sisi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi (sumber pertumbuhan), Ekspor Barang dan Jasa menyumbang 9,69 persen, menjadi kontributor terbesar. Disusul oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,95 persen, sedangkan komponen lainnya memberikan kontribusi relatif kecil.
Jika dilihat dari struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku, perekonomian Kalimantan Tengah pada triwulan III-2025 masih didominasi oleh aktivitas ekspor. Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencakup 56,59 persen dari total PDRB, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 37,45 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 36,56 persen.
Adapun Pengeluaran Konsumsi Pemerintah berkontribusi 11,85 persen, serta PK-LNPRT sebesar 1,55 persen. Di sisi lain, Impor Barang dan Jasa yang berperan sebagai pengurang dalam perhitungan PDRB memiliki porsi 43,95 persen.
Menurut Agnes, struktur ini menunjukkan bahwa ekonomi Kalimantan Tengah masih sangat bergantung pada kegiatan ekspor, terutama dari sektor pertambangan dan hasil perkebunan.
“Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga keberlanjutan ekspor sekaligus memperkuat permintaan domestik melalui konsumsi rumah tangga dan investasi,” katanya.
Dengan kinerja ini, Kalimantan Tengah menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi dengan potensi ekspor unggulan di wilayah Kalimantan, sekaligus menjadi motor penting dalam penggerak ekonomi kawasan. (TESTI PRISCILLA/y)









