PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil terhadap inflasi bulan ke bulan atau m-to-m pada Oktober 2025. Meskipun secara tahunan kelompok ini masih mengalami kenaikan harga, pergerakannya dalam sebulan terakhir relatif stabil.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa secara year-on-year (y-on-y) kelompok pakaian dan alas kaki mencatat inflasi sebesar 1,90 persen, dengan indeks harga yang meningkat dari 102,71 pada Oktober 2024 menjadi 104,66 pada Oktober 2025. Namun, pergerakan harga pada Oktober 2025 tidak cukup signifikan untuk memengaruhi inflasi bulanan provinsi.

“Kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberi andil terhadap inflasi m-to-m karena harga sebagian besar komoditas dalam kelompok ini cenderung stabil. Artinya, tidak ada tekanan harga baru yang berarti di bulan Oktober,” ungkap Agnes pada Kamis, 13 November 2025.

Ia menambahkan, meskipun stabil dalam jangka pendek, secara tahunan kelompok ini masih menunjukkan tren kenaikan harga, terutama pada subkelompok pakaian yang mengalami inflasi 2,48 persen. Sementara itu, subkelompok alas kaki justru mengalami deflasi sebesar 0,50 persen, mencerminkan adanya penurunan harga di beberapa komoditas alas kaki.

Agnes menjelaskan bahwa secara tahunan, kelompok pakaian dan alas kaki memberi andil inflasi sebesar 0,08 persen, dengan komoditas penyumbang utama antara lain baju anak stelan, baju muslim wanita, baju muslim anak, ongkos binatu/laundry, baju muslim pria, daster, dan celana panjang jeans pria, masing-masing memberikan kontribusi sekitar 0,01 persen.

“Perkembangan harga yang relatif stabil pada Oktober ini menjadi indikasi bahwa tekanan inflasi dari kelompok pakaian dan alas kaki dapat dikendalikan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan karena menjelang akhir tahun biasanya terjadi peningkatan permintaan yang berpotensi mendorong harga naik,” pungkas Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)