PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bekerja sama dengan Apkasindo Perjuangan menggelar workshop budidaya jamur tiram berbasis media tanam tandan kosong kelapa sawit dan limbah replanting sawit.

Kegiatan yang berlangsung di Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini menjadi ajang peningkatan kapasitas bagi para petani sawit dari berbagai daerah di kawasan timur Indonesia.

Workshop ini diikuti oleh perwakilan petani sawit dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, hingga Gorontalo. Para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai proses budidaya jamur, mulai dari persiapan media tanam, pembungkusan baglog, sterilisasi, pendinginan, hingga tahap inokulasi dan inkubasi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai produk olahan jamur yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sekretaris Jenderal Apkasindo Perjuangan, Sulaeman Andi, menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus berada di garda terdepan dalam meningkatkan citra kelapa sawit. Ia menegaskan bahwa inovasi seperti budidaya jamur berbahan limbah sawit dapat menjadi bagian dari upaya promosi positif terhadap komoditas strategis tersebut.

“Pembuatan jamur sawit diharapkan bisa menjadi bagian dari promosi sawit, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi petani,” ujarnya dalam rilis BPDP pada Sabtu, 15 November 2025.

Dari BPDP, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, Helmi Muhansyah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam mempromosikan manfaat komprehensif dari kelapa sawit. Ia menjelaskan bahwa sawit merupakan tanaman serbaguna yang hampir seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.

“Melalui workshop ini, kami ingin menunjukkan bahwa sawit adalah tanaman istimewa. Budidaya jamur dengan limbah replanting sawit dapat menjadi alternatif pengembangan usaha bagi UMKM petani sawit,” kata Helmi.

Helmi juga menambahkan bahwa pemanfaatan limbah replanting untuk budidaya jamur memberi peluang baru bagi pekebun untuk meningkatkan pendapatan, tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar. Dengan diversifikasi usaha, petani dapat memperoleh manfaat lebih besar dari ekosistem kelapa sawit yang mereka kelola.

Menariknya, potensi budidaya jamur sawit tidak hanya berhenti pada sektor pangan. Mengutip hasil riset dari Ohio State University, jamur memiliki prospek menjadi komponen bioelektrik yang dapat digunakan dalam teknologi komputasi masa depan. Pemanfaatan jamur sebagai material chip komputer menunjukkan bahwa inovasi berbasis limbah sawit memiliki peluang besar bahkan pada sektor teknologi tinggi. (TESTI PRISCILLA/H)