PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP memperkuat upaya literasi publik mengenai peran strategis kelapa sawit dengan berpartisipasi pada ajang Indonesia Franchise, Brand, & Business Concept Expo (IFBC) 2025 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis BPDP untuk mendekatkan masyarakat pada berbagai program pengembangan industri sawit berkelanjutan sekaligus memperluas pemahaman mengenai manfaat ekonomi dari dana sawit.

Dalam pameran tersebut, BPDP menghadirkan booth interaktif yang menampilkan informasi lengkap terkait mekanisme pengelolaan dana sawit yang transparan dan akuntabel. Pengunjung dapat mempelajari bagaimana dana tersebut disalurkan untuk meningkatkan produktivitas petani, mendukung pelaku usaha, hingga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Selain menyajikan edukasi publik, BPDP juga menghadirkan berbagai produk UMKM binaan yang memanfaatkan bahan turunan kelapa sawit. Sejumlah produk kreatif seperti tas dari lidi sawit, sandal, helm, serta berbagai kerajinan inovatif lainnya dipamerkan untuk menunjukkan nilai tambah dan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari olahan sawit. Kehadiran produk ini menjadi bukti bahwa kelapa sawit tidak hanya terkait dengan komoditas minyak, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru di berbagai sektor.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan bahwa partisipasi pada IFBC 2025 merupakan upaya memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

“Melalui keikutsertaan di IFBC 2025 ini, kami ingin memperkenalkan program-program BPDP kepada masyarakat secara lebih dekat. Harapannya, semakin banyak yang memahami bahwa industri sawit memiliki peran besar bagi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata Helmi pada Rabu, 19 November 2025.

Lebih jauh, Helmi menegaskan bahwa BPDP terus berkomitmen mengembangkan industri sawit nasional secara berimbang, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

"Keterlibatan BPDP dalam berbagai pameran dan kegiatan promosi, salah satunya IFBC 2025, diharapkan dapat memperkuat pemahaman publik mengenai posisi strategis sawit sebagai komoditas unggulan Indonesia sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan," terangnya.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, BPDP menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola dana perkebunan, tetapi juga aktif membangun literasi, membuka peluang usaha, serta mengajak masyarakat melihat potensi sawit sebagai penggerak ekonomi nasional yang terus berkembang. (TESTI PRISCILLA/H)