PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi berbasis angka, terutama di tengah maraknya hoaks yang beredar di ruang digital. Pesan ini disampaikan Agnes dalam Workshop Wartawan 2025 yang digelar BPS Kalteng sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi data di kalangan media.

Agnes menegaskan bahwa banyak hoaks yang beredar justru menggunakan angka agar tampak meyakinkan. Namun angka-angka tersebut kerap dipelintir, dicabut dari konteksnya, atau dimanipulasi sehingga menyesatkan publik.

“Banyak hoaks menggunakan angka. Entah itu dipelintir atau dimanipulasi. Karena itu, wartawan harus benar-benar memastikan bahwa angka yang digunakan berasal dari sumber kredibel,” ujar Agnes pada Senin, 24 November 2025.

Ia mengingatkan bahwa BPS maupun institusi resmi lain merupakan rujukan utama untuk data statistik. Wartawan diminta untuk selalu memeriksa sumber sebelum mengutip angka tertentu, terutama data yang sering viral di media sosial.

“Pastikan sumber data, pastikan berasal dari BPS atau institusi yang kredibel. Jangan mengambil data tanpa kejelasan asal-usulnya,” tegasnya.

Selain memastikan sumber, Agnes menekankan pentingnya memeriksa waktu rilis data. Menurutnya, penggunaan data lama tanpa mencantumkan tahun rilis dapat menimbulkan persepsi keliru karena kondisi ekonomi dapat berubah cepat.

“Pastikan juga waktunya. Data lama bisa menyesatkan kalau digunakan untuk menggambarkan kondisi saat ini,” katanya.

Kepala BPS Kalteng tersebut juga menyoroti pentingnya memahami konteks sebelum menyimpulkan makna suatu angka. Banyak misinformasi muncul karena angka dilepas dari penjelasannya, sehingga tampak lebih besar, lebih kecil, atau lebih ekstrem dari kondisi sebenarnya.

“Cek konteksnya karena angka tanpa penjelasan bisa menyesatkan. Tiga hal ini sumber, waktu, dan konteks adalah penyebab utama munculnya misinformasi berbasis data,” jelasnya.

Melalui kegiatan Workshop Wartawan 2025, BPS berharap insan pers dapat memperkuat perannya sebagai penjaga informasi yang akurat dan terpercaya. Agnes menambahkan bahwa kolaborasi antara BPS dan media sangat penting untuk memastikan masyarakat menerima informasi yang benar, khususnya jelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan menghasilkan banyak data strategis. (TESTI PRISCILLA/y)