PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah dalam mempersiapkan pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK 2026.

Kedua lembaga menggelar pelatihan petugas survei di Aula Hapakat Kantor OJK Kalteng, Palangka Raya, pada 25–27 November 2025.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal penting dalam menjaga kualitas data literasi dan inklusi keuangan nasional.

“Survei ini menjadi dasar penguatan kebijakan inklusi keuangan di daerah,” kata Primandanu pada Rabu, 26 November 2025.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, turut hadir memberikan pengarahan kepada peserta. Ia menekankan pentingnya ketelitian petugas lantaran hasil survei akan menjadi rujukan nasional dalam pemetaan akses dan pemanfaatan layanan keuangan.

Sebanyak 13 peserta mengikuti pelatihan, terdiri dari tiga Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan sepuluh Petugas Pendata Lapangan (PPL) yang mewakili Kabupaten Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, dan Kapuas.

Pelatihan mencakup pemahaman instrumen survei, teknik wawancara, serta tata kelola pendataan di lapangan. Para petugas juga dibekali etika pengumpulan data untuk memastikan kepercayaan responden terjaga.

SNLIK 2026 menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam mempercepat pencapaian inklusi keuangan, terutama bagi kelompok masyarakat di wilayah terpencil dan rentan. (TESTI PRISCILLA/H)