BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjalankan strategi terpadu dalam menghadapi peningkatan kasus gangguan kesehatan mental dengan menggelar kegiatan cek kesehatan gratis (CKG) yang dilengkapi layanan psikolog dan ahli gizi.
“Kegiatan hari ini, kami diminta oleh panitia Gebyar Pajak dan bekerjasama dengan HUT KORPRI untuk melaksanakan kegiatan CKG," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, Minggu, 7 Desember 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Kota Sampit saat car free day dan atas permintaan panitia Gebyar Pajak dan berkolaborasi dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, serta mendeteksi dan mengantisipasi risiko kesehatan sejak dini.
“Deteksi dini ini penting untuk mencegah penyakit bertambah parah. Jadi, ketika pemeriksaan itu kami temukan gejala penyakit maka kami advokasi agar yang bersangkutan bisa melakukan pengobatan lanjutan sehingga penyakit bisa ditangani lebih cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, CKG sendiri merupakan program Kementrian Kesehatan. Targetnya yaitu 36 persen dari jumlah penduduk harus melakukan skrining kesehatan gratis tersebut.
"Pemeriksaan kesehatan ini menargetkan cakupan hingga 36 persen dari jumlah penduduk. Kita belum memenuhi secara keseluruhan, tetapi sudah masuk ke angka yang optimal,” terangnya.
Nugroho menjelaskan selain CKG, pihaknya juga mengandeng psikolog dan Ahli Gizi Indonesia untuk memberikan pelayanan gizi dan untuk penyakit lain yang perlu dilakukan proses penyembuhannya.
Pasalnya, berdasarkan hasil skrining yang dilakukan, ditemukan adanya peningkatan cukup signifikan pada gangguan kesehatan mental di Kotim. Kondisi ini mendorong pihak Dinkes memadukan layanan cek kesehatan fisik dengan pemeriksaan kesehatan mental.
“Jadi mereka yang punya keluhan bisa dilayani oleh psikolog di kegiatan ini,” jelas Nugroho.
Gangguan kesehatan mental bahkan telah menjangkau kalangan pelajar, termasuk di tingkat SMP.
Selain itu, lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa sejumlah penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang juga cukup tinggi diderita masyarakat erat kaitannya dengan kondisi kejiwaan, sehingga membutuhkan dukungan konseling psikolog agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
“Walaupun tidak semua bisa sembuh total, paling tidak kondisinya bisa terkendali,” ujarnya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan CKG yang digelar pemerintah sebagai langkah penting dalam merawat kesehatan diri sendiri.
“Ibarat kendaraan, kesehatan pun perlu perawatan rutin setiap bulan. Terkait kesehatan mental, setiap orang pasti mengalami stres. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu mengelola perasaan dan berdamai dengan kondisi tersebut, " tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya istirahat cukup, khususnya bagi penderita diabetes, karena kurang tidur dapat memperparah kondisi penyakitnya.
“Diet dengan asupan makanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan juga sangat diperlukan,” tutup Nugroho Kuncoro Yudho. (DEVIANA/y)









