PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komitmen Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP dalam mendorong hilirisasi industri sawit tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan sektor hulu, tetapi juga lewat penguatan UMKM.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah peluncuran Katalog 100 Produk UKMK Sawit, yang menjadi dasar BPDP meraih penghargaan pada ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025.

Katalog tersebut diluncurkan BPDP pada pertengahan 2025 di Jakarta sebagai edisi kedua, menyempurnakan edisi pertama yang terbit pada 2023. Edisi terbaru ini mencakup produk-produk UKMK sawit yang diproduksi sepanjang 2024–2025, sekaligus memperluas ragam produk turunan sawit bernilai tambah.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, menyebut katalog ini menjadi bukti nyata bahwa kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara menyeluruh hingga ke level UMKM dan koperasi petani. Produk-produk tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Katalog ini menunjukkan potensi luar biasa pemanfaatan sawit, tidak hanya untuk minyak sawit berkelanjutan, tetapi juga produk turunan bernilai ekonomi tinggi hingga olahan limbah,” ujarnya dalam rilis pada Jumat, 26 Desember 2025.

Dalam katalog tersebut, tercantum 100 produk unggulan yang mencakup sektor pangan, wastra, kriya, perawatan tubuh, kosmetik, hingga pupuk organik. Produk-produk ini dihasilkan oleh UMKM dan koperasi petani sawit dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025, Qayuum Amri, menilai BPDP layak menerima penghargaan karena konsistensinya mendampingi UMKM sawit di berbagai daerah. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari aspek komunikasi, kontribusi nyata, hingga keberlanjutan program.

“Selama satu tahun ini, BPDP dikenal sebagai lembaga yang proaktif memperkenalkan produk sawit kepada pelaku UKM di Indonesia,” kata Qayuum.

Ia menambahkan, total terdapat 45 penghargaan yang diberikan pada tahun ini, mencakup 20 sektor usaha berbeda. Hal tersebut mencerminkan besarnya efek ganda industri sawit terhadap sektor ekonomi lain, sekaligus menegaskan peran strategis BPDP dalam memperkuat ekosistem sawit nasional yang inklusif dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)