PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalteng, Erwan Suryono, mengungkapkan kinerja BPR dan BPRS di Kalimantan Tengah mengalami penurunan pada Oktober 2025 dibanding tahun sebelumnya.

Aset BPR/BPRS turun 15,28 persen menjadi Rp1,95 triliun. Dana pihak ketiga juga merosot tajam 44,44 persen menjadi Rp761,58 miliar.

“Penurunan ini dipicu perpindahan dana masyarakat ke bank umum,” kata Erwan pada Selasa, 30 Desember 2025.

Selain itu, kredit atau pembiayaan juga menurun 28,14 persen menjadi Rp1,28 triliun. Tingkat kredit macet naik tipis dari 6,12 persen menjadi 6,37 persen.

“Meski naik, kondisi masih terkendali,” ujarnya.

Erwan menegaskan, perpindahan dana ke bank umum tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan BPR secara keseluruhan.

“BPR tetap memiliki peran penting melayani masyarakat kecil,” katanya.

Menurutnya, BPR dan BPRS harus terus berinovasi agar tetap relevan.

“Kami dorong agar BPR bisa memperkuat layanan digital dan mendekat ke masyarakat,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/H)