BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan pentingnya pengelolaan limbah padat kelapa sawit, khususnya spent bleaching earth (SBE), sebagai sumber daya bernilai ekonomi tinggi yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Eddy, SBE merupakan limbah padat hasil proses pemurnian minyak kelapa sawit dalam industri oleokimia. Limbah ini mengandung residu minyak serta sejumlah logam seperti silika, aluminium oksida, ferri oksida, magnesium, dan air.
“Selama ini SBE lebih banyak dianggap sebagai limbah, padahal jika dikelola dengan teknologi tepat, ia bisa menjadi bahan baku bernilai bagi berbagai sektor industri,” kata Eddy pada Rabu, 21 Januari 2026.
Eddy menjelaskan, salah satu teknologi yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan SBE adalah solvent extraction (SE). Teknologi ini telah diterapkan di sejumlah negara dan mampu memisahkan komponen SBE menjadi dua produk yakni Recovered Oil (R-Oil), minyak nabati industri yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku biodiesel, serta De-oiled Bleaching Earth (De-OBE), fase padat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku beton, semen, hingga bata.
“Penelitian internasional sudah membuktikan bahwa hasil olahan SBE bisa masuk ke rantai industri energi maupun konstruksi. Ini peluang besar bagi Indonesia,” kata Eddy lagi.
Eddy menambahkan, SBE memiliki potensi pemanfaatan luas di berbagai sektor Industri Minyak Kelapa Sawit: digunakan sebagai adsorben untuk meningkatkan kualitas minyak dengan menyerap pigmen dan senyawa berbahaya. Industri Makanan dan Minuman: berfungsi sebagai adsorben dalam pengolahan minuman seperti bir dan minuman ringan, serta sebagai pewarna alami pada produk seperti sosis, keju, dan saus. Industri Kimia: dimanfaatkan sebagai bahan baku silikat natrium dan aluminium untuk produk kertas, serta bahan pendukung dalam pembuatan semen.
“Jika kita mampu mengelola SBE sesuai standar keselamatan, maka limbah ini bukan lagi masalah lingkungan, melainkan peluang ekonomi baru. Pemanfaatan SBE akan mendukung keberlanjutan industri sawit sekaligus membuka ruang inovasi di sektor energi, konstruksi, dan pangan,” tegas Eddy. (TESTI PRISCILLA/H)









