BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah, baik di Kotim maupun di Indonesia secara umum.
"Alhamdulillah, di Kotim belum ada kasus Virus Nipah, bahkan informasinya di Indonesia juga masih belum ada," kata Pj Sekda Kotim yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, Selasa, 3 Februari 2026.
Meski demikian, Umar menegaskan, jajaran Dinkes Kotim tetap melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan situasi kesehatan global, termasuk potensi masuknya penyakit menular berbahaya.
Apabila sewaktu-waktu ditemukan kasus serupa, Kotim telah memiliki kesiapan yang memadai. Pengalaman panjang dalam menangani pandemi Covid-19 menjadi modal penting bagi tenaga kesehatan di daerah.
"Seandainya ada, kita sudah terbiasa dengan penanganan kasus seperti Covid-19. SDM siap, alat kesehatan siap, bahan medis habis pakai (BMHP) siap, dan obat-obatan juga tersedia. Jadi kami siap menangani jika terjadi kasus," tambahnya.
Ia menyebut, sebelumnya sempat muncul isu terkait penyakit super flu, namun tidak sampai masuk ke wilayah Kotim. Sehingga dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak panik atau khawatir.
Masyarakat diimbau tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. Jika merasa khawatir, terutama saat berada di keramaian, masyarakat diperbolehkan menggunakan masker sebagai langkah pencegahan.
"Kalau merasa khawatir, silakan gunakan masker di tempat ramai. Tapi sejauh ini kondisi masih aman," tandasnya.
Sebagai informasi, Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Penularan umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan pembawa virus, terutama kelelawar buah, atau melalui produk hewan yang terkontaminasi. Virus Nipah menjadi sorotan di awal 2026 akibat lonjakan kasus di India. (DEWI PATMALASARI/y)









