PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengelola dana perkebunan, tetapi juga berinvestasi pada pembangunan pengetahuan dan literasi publik. Melalui kegiatan edukasi yang melibatkan sekitar 60 siswa dari tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama, BPDP memperkenalkan perjalanan kakao dari kebun hingga menjadi cokelat yang akrab dikonsumsi sehari-hari.

Peserta berasal dari Rumah Tahfidz An Nur, Cinere, Depok, serta anak-anak yang tinggal di sekitar kantor BPDP di kawasan Gambir. Dalam kegiatan ini, mereka diajak memahami peran kakao sebagai komoditas strategis yang mendukung kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Pangihutan Siagian, menekankan bahwa edukasi sejak dini merupakan langkah preventif untuk membangun persepsi positif yang berbasis fakta dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa cokelat yang mereka nikmati bukan sekadar makanan manis, tetapi hasil dari kerja keras petani dan bagian dari rantai ekonomi yang luas,” kata Pangihutan dalam rilisnya pada Selasa, 17 Maret 2026.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi interaktif, di mana anak-anak dapat melihat langsung proses pengolahan biji kakao. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara menanam kakao hingga bagaimana produk tersebut bisa mendukung kehidupan masyarakat.

"Melalui program ini, BPDP berharap generasi muda tumbuh dengan pemahaman yang lebih komprehensif tentang komoditas perkebunan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap potensi sumber daya alam Indonesia," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)