BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai ekspor Kalimantan Tengah Januari-Februari 2026 tercatat sebesar US$558,03 juta, turun 6,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti dalam rilis BPS pada Rabu, 1 April 2026.
Agnes menjelaskan bahwa penurunan terbesar terjadi pada ekspor hasil pertambangan, yang turun sebesar 15,42 persen.
"Nilai Impor Kalimantan Tengah pada Januari-Februari 2026 mencapai US$4,72 juta, turun 19,04 persen dibanding periode yang sama 2025," katanya.
Penurunan tertinggi, lanjut Agnes, terjadi pada sektor industri pengolahan, yang turun sebesar 22,67 persen.
Neraca perdagangan Kalimantan Tengah selama Januari-Februari 2026 tetap mengalami surplus sebesar US$553,31 juta.
"Komoditas utama ekspor adalah batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, lignit, karet remah, kayu lapis, bijih zirconium, niobium, dan tantalum, serta bungkil dan residu," tuturnya.
Sedangkan impor didominasi oleh komoditas aspal, ketel uap, mesin pencampur, bangunan prefabrikasi lain, mesin lainnya, mesin pemisah, dan mesin ekstraksi.
"Jepang, India, dan Korea Selatan masih menjadi negara tujuan utama ekspor, sementara Singapura, Malaysia dan Tiongkok menjadi negara pemasok impor utama,” jelas Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









