PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR tidak hanya difokuskan pada penanaman ulang tanaman tua, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun. Hal ini disampaikan Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah H.S, saat membuka kegiatan penandatanganan dukungan pendanaan Tahap II.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peremajaan sawit harus dibarengi dengan perubahan cara pengelolaan kebun agar lebih modern dan produktif.

"Peningkatan hasil tidak akan optimal tanpa penerapan praktik budidaya yang lebih baik," kata Normansyah dalam rilisnya pada Rabu, 1 April 2026.

Normansyah menjelaskan, melalui program PSR, pekebun didorong menggunakan benih unggul serta menerapkan standar budidaya yang tepat. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sawit.

Selain itu, penguatan kelembagaan pekebun juga menjadi perhatian utama dalam program ini. Kelembagaan yang kuat dinilai penting agar pekebun memiliki daya saing yang lebih baik di tengah dinamika industri kelapa sawit.

Ia menambahkan, PSR dirancang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga dampak berkelanjutan. Dengan peningkatan kualitas kebun, diharapkan kesejahteraan pekebun dapat terus meningkat dalam jangka panjang.

“Program ini bukan sekadar tanam ulang, tetapi bagaimana kita membangun sistem perkebunan rakyat yang lebih kuat dan produktif,” tegasnya. (TESTI PRISCILLA/y)