BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan atau PDSHP Kelapa Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Triana Meinarsih, menjadi narasumber utama dalam sosialisasi pengembangan komoditas kelapa yang digelar di Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu.
Dalam paparannya, Triana menyampaikan potensi besar pengembangan perkebunan kelapa di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember. Ia juga mengulas berbagai tantangan dan hambatan yang masih dihadapi para pekebun di lapangan, mulai dari produktivitas hingga pengelolaan kebun.
Selain itu, Triana turut memperkenalkan profil BPDP beserta program layanan utama yang selama ini dijalankan dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan, termasuk sektor kelapa.
Triana menjelaskan bahwa Kabupaten Jember memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor hulu kelapa. Hal ini ditunjukkan dengan luas tanaman menghasilkan yang mencapai sekitar 4.778 hektare pada tahun 2024.
“Pertumbuhan areal kelapa di Jember juga tercatat meningkat sebesar 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya dalam rilis pada Sabtu, 4 April 2026.
Ia menambahkan, produksi kelapa di wilayah tersebut mencapai sekitar 212 ribu ton dengan peningkatan produktivitas hingga 58 persen. Beberapa kecamatan dengan potensi produksi terbesar antara lain Mayang, Wuluhan, dan Ambulu.
Lebih lanjut, Triana memaparkan secara rinci program peremajaan kelapa rakyat. Materi yang disampaikan meliputi persyaratan pengajuan, dokumen yang harus disiapkan oleh kelompok tani, hingga kriteria penerima bantuan.
Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan penjelasan terkait alur pelaksanaan program, mulai dari tahap pengusulan hingga penyaluran dana. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong pengelolaan kebun kelapa rakyat yang lebih optimal melalui dukungan sarana dan prasarana. (TESTI PRISCILLA/y)









