PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kinerja subsektor hortikultura menunjukkan tren positif pada Maret 2026. Nilai Tukar Petani Hortikultura atau NTPH tercatat mengalami peningkatan sebesar 1,39 persen dibanding bulan sebelumnya.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa kenaikan NTPH tersebut didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani atau It hortikultura sebesar 2,12 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani atau Ib yang tercatat sebesar 0,71 persen.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi usaha tani hortikultura pada Maret 2026 membaik, karena kenaikan harga hasil produksi lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya yang harus dikeluarkan petani,” ujarnya pada Kamis, 9 April 2026.

Sejalan dengan NTPH, Nilai Tukar Usaha Pertanian atau NTUP tanaman hortikultura juga mengalami kenaikan sebesar 1,86 persen. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat sebesar 2,12 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM yang hanya sebesar 0,24 persen.

"Kenaikan indeks harga yang diterima petani pada Maret 2026 dipicu oleh meningkatnya harga di seluruh kelompok komoditas hortikultura," bebernya.

Kelompok sayur-sayuran mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,89 persen, terutama pada komoditas cabai rawit, terung, kacang panjang, dan pare. Sementara itu, kelompok buah-buahan seperti semangka, nanas, jeruk, dan salak mengalami kenaikan sebesar 0,96 persen, serta kelompok tanaman obat seperti jahe dan kunyit naik sebesar 1,04 persen.

Di sisi lain, peningkatan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,71 persen disebabkan oleh kenaikan pada dua komponen utama, yakni kelompok konsumsi rumah tangga (KRT) sebesar 0,77 persen dan kelompok BPPBM sebesar 0,24 persen. Meski demikian, laju kenaikan biaya tersebut masih berada di bawah kenaikan harga hasil produksi, sehingga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani hortikultura di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)