BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyebut petugas Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 sebagai “pejuang data” yang mengemban tanggung jawab besar dalam menghimpun informasi ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam rangkaian Apel Siaga SE2026, sebagai bentuk penguatan semangat dan komitmen seluruh jajaran pelaksana sensus di daerah.
Ia menjelaskan, pemasangan rompi dan name tag SE2026 secara simbolis bukan sekadar seremoni, melainkan pengukuhan mandat negara kepada para petugas di lapangan.
“Rompi dan name tag ini bukan hanya atribut kerja. Di dalamnya ada integritas, tanggung jawab, dan harapan besar masyarakat Kalimantan Tengah,” katanya dalam Apel Siaga SE2026 di Kantor BPS Kalteng, Kamis pagi, 9 April 2026.
Agnes menegaskan bahwa atribut tersebut menjadi simbol profesionalisme sekaligus pengingat agar setiap petugas menjaga etika saat berhadapan langsung dengan pelaku usaha.
Ia juga mengibaratkan rompi tersebut sebagai “zirah” dalam perjuangan mengumpulkan data yang akurat dan terpercaya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh petugas untuk bergerak serentak setelah tanda dimulainya pelaksanaan diberikan, tanpa keraguan dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Kita susuri sungai, kita jelajahi daratan, dan kita catat setiap denyut ekonomi rakyat. Selamat bertugas, pejuang data,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/y)









