PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Apel Siaga dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di halaman Kantor BPS Provinsi Kalimantan Tengah, sebagai langkah meningkatkan kesiapan pelaksanaan pendataan ekonomi.

Kepala BPS Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa transformasi ekonomi global yang berlangsung cepat, ditandai digitalisasi dan perubahan pola konsumsi, menuntut ketersediaan data ekonomi yang akurat dan mutakhir.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah penting untuk memotret struktur dan perkembangan ekonomi secara menyeluruh. Keberhasilannya sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak agar menghasilkan data yang berkualitas,” ujar Agnes di Palangka Raya, Kamis, 9 April 2026.

Ia menambahkan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dari sektor sumber daya alam, UMKM, hingga jasa, namun pengelolaannya membutuhkan data yang terpercaya.

Agnes juga menjelaskan penggunaan atribut SE2026 seperti rompi dan name tag melambangkan integritas serta tanggung jawab petugas sebagai “pejuang data” yang profesional.

Pendataan SE2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026 melalui metode daring dan wawancara langsung, dengan cakupan data meliputi identitas usaha hingga kondisi keuangan dan sosial.

“Petugas dapat dikenali melalui rompi dan name tag. Kami mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas serta memberikan jawaban secara jujur,” jelasnya. (HERMAWAN DP/y)