BORNEONEWS, Palangka Raya – Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) disebut sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Statistisi Ahli Pertama BPS Kalimantan Tengah Dwi Indri Arieska menyampaikan bahwa SE2026 merupakan sensus kelima yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun oleh BPS.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus kelima yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun oleh BPS sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dwi di Palangka Raya, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan sensus ini bertujuan menyediakan data dasar mengenai struktur dan karakteristik usaha, termasuk perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.
Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, tercatat sebanyak 237.092 usaha di Kalimantan Tengah, dengan mayoritas 98,42 persen merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sektor yang mendominasi antara lain perdagangan, akomodasi dan makan minum, serta industri pengolahan.
Data yang dikumpulkan dalam SE2026 meliputi identitas usaha, tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, hingga kondisi keuangan dan sosial. (HERMAWAN DP/Y)









