BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali membuka Program Grant Riset Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat dukungan terhadap penelitian dan pengembangan di sektor perkebunan. Program ini menyasar lembaga penelitian dan pengembangan di seluruh Indonesia guna mendorong inovasi pada komoditas strategis nasional.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrahman, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor perkebunan melalui riset yang terarah dan aplikatif.
"Dukungan pendanaan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga diarahkan pada aspek keberlanjutan sektor perkebunan," kata Eddy pada Sabtu, 11 April 2026.
Hal ini sekaligus membuka peluang lahirnya produk baru serta pengembangan pasar yang lebih luas.
“Program Grant Riset ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, kakao, dan kelapa, serta hasilnya dapat dimanfaatkan oleh industri, pemerintah, maupun masyarakat,” ujar Eddy lagi.
Ia menambahkan, kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan pelaku industri menjadi kunci dalam mendorong hilirisasi hasil riset agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Dalam pelaksanaannya, BPDP mengundang lembaga penelitian dan pengembangan untuk mengajukan proposal paling lambat 30 Juni 2026 melalui laman resmi program. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Indonesia di tingkat global. (TESTI PRISCILLA/H)









