BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit nasional melalui inovasi berbasis hayati. Salah satunya dengan menghadiri proses pelepasan serangga penyerbuk kelapa sawit atau SPKS asal Tanzania yang dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem penyerbukan alami.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Moh. Alfansyah, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
"Pelepasan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan solusi biologis guna mengatasi tantangan produktivitas di sektor perkebunan kelapa sawit," kata Alfansyah dalam rilisnya pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam kegiatan itu, dilakukan pelepasan tiga spesies serangga penyerbuk, yakni Elaeidobius subvitatus, Elaeidobius kamerunicus, dan Elaeidobius plagiatus. Ketiga spesies tersebut diharapkan mampu memperkuat proses penyerbukan alami yang selama ini menjadi faktor kunci dalam pembentukan buah kelapa sawit.
Sebelum dilepas, seluruh spesies telah melalui serangkaian pengujian ketat bekerja sama dengan Badan Karantina Indonesia. Pengujian meliputi aspek kemurnian, efektivitas, hingga keamanan hayati seperti preferensi inang dan potensi kompetisi antarspesies.
Pengujian tersebut dilaksanakan di Insektarium Pusat Penelitian Kelapa Sawit Unit Marihat, Simalungun. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga serangga tersebut bukan merupakan spesies invasif, sehingga dinyatakan aman untuk dikembangkan dalam ekosistem perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Momentum pelepasan ini dinilai memiliki arti penting dalam memperkuat fondasi biologis industri kelapa sawit nasional.
"Selain memperkaya basis genetik serangga penyerbuk, langkah ini juga menjadi bagian dari kesinambungan inovasi yang telah berjalan lebih dari empat dekade sejak introduksi pertama pada tahun 1982," jelasnya.
Ke depan, diharapkan proses penyerbukan kelapa sawit dapat kembali berlangsung secara alami seperti pada 25 tahun pertama pasca introduksi Elaeidobius kamerunicus, tanpa kendala rendahnya pembentukan buah (fruit set) maupun ketergantungan pada intervensi manusia. (TESTI PRISCILLA/H)









